Tomyalfaruq’s Weblog

Berteman Hati

Bahan Bangunan

 

BETON

Nama beton tergantun dari bahan perekatnya, berat volumenya, cara mengerjakannya, derajat kecairan adonan beton, banyak sedikitnya bahan perekat dan lain sebagainya. Yang disebut beto semen portland, beto aspal dan beton sementras menunjukkan jenis bahan perekatnya. Kekentalan adukan beton harus sesuai dengan cara pengangkutan, cara pemadatan, jenis konstruksi yang besangkutan dan kerapatan tulangan, kekentalan tersebut tergantung pada berbagai hal, antara lain jumlah dan jenis semen, nilai faktor air semen, jenis dan susunan agregat serta penggunaan bahan-bahan pembantu. Yang dimaksud dengan nilai faktor air semen ialah peerbandingan antara berat air seluruhnya (termasuk yang terkandung dalam agregat) dan berat semen yang digunakan dalam suatu adonan beton.

Sifat beton yang meliputi :

mudah diaduk, disalurkan, dicor, dipadatkan dan diselesaikan, tanpa menimbulkan pemisahan bahan susunan dalam adukan dan mutu beton yang disysratkan oleh konstruksi tetap dipenuhi.

Sifat-sifat tersebut untuk adukan beton dipengaruhi oleh :

Kekentalan

 

⇒ Mobilitas setelah aliran dimulai

 

⇒ Koihesi atau perlawanan terhadap pemisahan bahan komponen

 

⇒ Sifat saling melekat (hubungannya dengan kohesi), berarti bahan-bahan susunannya tidak akan muda terpisah-pisah sehingga memudahkan dalam pekerjaan yang perlu dilakukan.

Jenis beton

 

Beton siklop :

 

 

 

campurannya terdiri dari semen : pasir : kerikil+batu kali dengan diameter kurang lebih 30cm, gunanya untuk membuat pondasi sumuran

 

 

Beton bertulang :

Campurannya terdiri dari semen (pc) : pasir : kerikil ditambah batang-batang besi yang digunakan khusus untuk besi beton, digunakan untuk bangunan-bangunan yang menahan gaya, besi digunakan dalam perhitungan yang menahan gaya tarik, adakalanya juga dipergunakan dari baja profil, beton ini dikatakan beton dengan tulang profil teguh, air yang digunakan kurang lebih 9% tiap 1m kubik beton.

 

Beton tumbuk :

Campurannya terdiri dari semen : pasir dan kerikil dengan air kurang lebih 5% tiap 1m kubik beton. Digunakan untuk ururng-urung beton, rooster, dinding-dinding rumah kadang-kadang umpak untuk bangunan semi permanen.

 

 

Beton cair :

Campuran terdiri dari semen : pasir : kerikil, air yang digunakan kurang lebihg 14% tiap 1m kubik beton, digunakan untuk konstruksi yang tipius-tipis dan banyak tulangannya.

 

 

Beton plastik :

Camnpuran terdiri dari semen : pasir : kerikil, campuran ini dalam adukannya dapat dikepal dengan tangan digunakan untuk beton bertulang yang corak tulangannya cukup biasanya dipakai perbandingan 1:2:3.

Beton yang baik

 

Tidak berongga

 

⇒ Tidak mudah hancur

 

⇒ Kering

Adonan beton yang baik

Campuran terlihat homogen

 

⇒ Dapat mengalir

Cara pencampuran beton yang baik :

 

Perbandingan benar 1:2:3

 

⇒ Adonannya / uutannya benar

 

⇒ Pencampurannya homogen

Pemeliharaan beton ada 2 macam yakni :

 

Pemeliharaan dalam beton selama proses pengerasan sampai batas umur, cara pemeliharaan ini dilakukan dengam syarat :

= menggenangi air pada waktu beton masih basah kurang lebih 1 minggu setelah pengecoran;

= tidak boleh ada muatan (konstruksi) sebelum beton berumur 1 minggu

= pada sisi-sisi balok dan kolom sesudah 3 hari boleh dibongkar.

⇒ Pemeliharaan dalam hal beton sudah dapat berfungsi atau selama beton sudah diambil papan kayunya, untuk ini dapat kita bagi antara lain :

= melindungi terhadap zat agresif

= pengecatan

= penelitian kebocoran, dll

 

KAYU

Kayu yang dipergunakan untuk macam-macam konstruksi bangunan dan peralatan atau perabotan rumah tangga berasal dari pohon-pohonan yang tumbuhnya tersebar diseluruh dunia dan terdiri dari bermacam-macam jenis.

Manusia menggunakan kayu sebagai bahan bangunan ,karena kayu mempunyai sifat; cukup keras, ringan, liat/kenyal dan mempunyai daya lentur. Keuntungan penggunaan kayu adalah; banyak terdapat dalam jumlah ukuran yang besar, dan mudah dikerjakan.

Kurang baiknya bahan kayu adalah: mudah terbakar, kebanyakan jenis kayu tidak awet, bila digunakan pada bangunan atau bagian konstruksi yang kena panas dan hujan, dan kayu dapat terpengaruh oleh iklim.

I. BERAT-JENIS DAN KEKUATAN KAYU.

Berat jenis kayu ditentukan pada kayu yang telah kering. Arti kering disini adalah kering-udara. Kadar kayu kering di Indonesia berkisar antara 12-20% dari kayu kering mutlak.

KELAS-KUAT KAYU

KELAS KUAT

 

BERAT JENIS (B.J)

KERING-UDARA

(KADAR-LENGAS +- 15%)

 

KUAT LENTUR MUTLAK

( KG/CM2)

 

KUAT-DESAK MUTLAK

( KG/CM2)

 

I

II

III

IV

V

 

Lebih dari 0,90

0,90 – 0,60

0,60 – 0,40

0,40 – 0,30

Kurang dari 0,30

 

Lebih dari 1100

1100 – 725

725 – 500

500 – 360

Kurang dari 360

 

Lebih dari 650

650 – 425

425 – 300

300 – 215

Kurang dari 215

 

May 5, 2008 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: