Tomyalfaruq’s Weblog

Berteman Hati

Sistem Pendidikan Terpadu

 

Tomy Suherdiyanto (teknik sipil) UM

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

 

Pendidikan merupakan sesuatu yang mempunyai posisi dan fungsi yang sangat mutlak dan berlangsung sejak manusia ada dan berlaku sepanjkang jaman untuk itu, manusia wajib menyadari bahwa proses pendidikan berlangsung disetiap bidang kegiatan hidup kapan dan dimana saja.

 

 

1.2Rumusan Masalah

 

  1. Apa yang dimaksud pendidikan terpadu dalam sistem pendikan kita?

  2. Dimana saja manusia dapat melakukan pendidikanya?

  3. Mengapa manusia membutuhkan lembaga lembaga pendidikan?

  4. Bagaimana peranan dan tanggung jawab penerapanya?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Sistem Pendidikan Terpadu

 

Dalam menjalanisetiap kegiatan hidup, selalu berawal dari impulsi karsa, dan pertimbangan rasa, dan menurut keputusan cipta. Karena itu, masalah pendidikan adalah proses bagaimana ketiga potensi kodrat manusia itu dikembangkan secara dinamis dan berimbang. Untuk mencapai sasaran itu, proses pendidikan harus dilangsungkan dari taraf individual sampai taraf sosial seluas – luasnya. Jadi pendidikan berproses didalam diri pribadi seseorang, keluarga, masyarakat lokal, nasional, regional, sampai taraf Internasional.

 

Fakta membuktikan bahwa manusia individual dan setiap jenjang kehidupan sosial selalu berada didalam serba keterbatasan, padahal lingkup pendidikan begitu luas. Dengan fakta keterbatasan itulah antara individu dan masyarakat berada dalam posisi dan fungsi mutlak saling bergantung. Sifat dan kepribadian individual menentukan sifat dan watak sosial,dan sebaliknya, watak sosial masyarakat menentukan individualitas.

 

Oleh sebab itu secara alamiah historeis terbentuklah lembaga pendidikan. Yaitu pendidikan keluarga, pendidikan sekolah, dan lembaga pndidikn masyarakat. Didalam keluarga, pendidikan bdrlangsung secara instingtif menurut rasa manusiawi dan lebih dominan pada aspek kultural, moral, dan sepiritual. Kehidupan manusia tidak bisa berlangsung dengan hanya kemampuan insting yang cendering bersifat mapan. Tuntutran perubahan mutlak perlu demi kelangsungan hidup. Itulah sebabnya muncul lembaga sekolah untuk memproses pendidikan menurut perencanaan dan program-program rasional, dengan sasaran-sasaran tertentu menurut metode dan sistem yang dapat dikerjakan dan bernilai guna bagi tuntutan hidup sehari-hari. Prose pendidikan sekoalh menghasilkan individu-individu yang ahli, cakap, dan terampil pada bidang hidup tertentu.

 

Kompetensi individual itu baru akan membuahkan hasil jika dikelola secara padu didalam sistem kehidupan sosial kemasyarakatanserta dalam aneka jenis dan bentuk kegiata sosial yang kreatif, dinamis, dan produktif. Jika kompetensi individual itu tidak dikelola seperti itu, justru hal itu hanya membuahkan kebangkruta sosisal, karena potensi kaersa bersifat kodrat yang tidak pernah puas. Oleh sebab itu, masyarakat perlu dipandang, diposisikan, dan difungsiakan secara etis dan bertanggungjawab sebagai lembaga pendidikan besar yang berorientasi pada manajemen perubahan perilaku individu menjadi perilaku sosial untuk meningkatkna kretivitas, dinamika, dan produktifitas. Kita harus sadar bahwa kemajuan dunia pendidikn Nasional Indonesia masih belum melahirkan sumber daya manusia terdidik, khususnya dalam aspek kecerdasan emosional. Oleh sebab itu dalam bab ini, akan dipaparkan pemikiran tentang sustu sistem pendidikan terpadu, yaitu menata substansi saling berhubuingan antara pendidikan keluarga, sekolah dan pendidikan masyarakat. Sistem pendidikan terpadu tersebut merupakan tawaran yang diharapkan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif untuk lebih mendorong dinamika pendidikan Nasional.

Pendidikan keluarga juga diposisikan dan difungsikan sebagai lahan subur bagi pembentukan kecerdasan spiritual, karena didalam keluarga terdapat benih kepercayaanh spiritual dan tradisi yang secra alami terpelihara sebagai potensi kebudayaan. Pendidikan sekolah diposisikan dan difungsikan sebagai laboratorium yang memproses potensi-potensi budaya yang bersumber dari keluarga menjadi sebuah kecerdasan intelektual yang syarat daya kreatifitas, adapun pendidikan masyarakat diposisikan dan difungsikan sebagai lahan subur penanaman bibit kecerdasan intelektual.

Berdasar pada pandangan bahwa antara pendidikan dan masyarakat berhubungan secara timbal balik, kritik penilaian terhadap pendidikan pun tentu berpengaruh etrhadap masyarakat dan begitu sebaliknya. Dari hasil penilaian itu, mendorong sebuah pemkiran tentang “sistem pendidikan terpadu” sebagai berikut.

Orientasi kehidupan masyarakat cenderung semakin sekuler dan materialistik. Nilai kemanusiaan diukur menurut kekayaan yang dimiliki. Reformasi sisitem pendidikan bukan hanya untuk lembaga pendidikan sekolah saja, tetap juga berkonsekuensi terhadap pendidikan masyarakat dan lebih-lebih terhadap pendidikan keluarga. Ketiga lembaga pendidikan ini perlu dirangkai dalam suatu keterikatan utuh dan terpadu. Selanjutnya, kurikulum pendidikan sekoalhah perlu rekontruksi secara kreatif, dendan isi materi yangberorientsi pada kecakapan dan keterampilan hidup. Orientasi itu dimaksud agar sitiap lulusan / tamatan pendidikan sekolah mampu berperan sebagai sumbaer daya manusia dengan daya kreativitas dan produktifitas yang tinggi. Sumberdaya manusia seperti itu berfungsi sangat menentukan bagi perkembangan kehidupan masyarakat.

Antara manusia dan pendidikan diketahui sebagi dua hal yang saling memberi artu dan peranan. Pendidikan ada dimanapun manusia berada. Karena itu pendidikan pada hakikatnya berada dalam kehidupan keluarga dan dalam kehidupan masyarat luas. Dibalik kedua jenis pendidikan itu, ada satu pendidikan, yaitu pendidikan sekolah. Jadi ada tiga jenis pendidikan dalam hubungan segitiga.Posisi pendidikan sekolah itu memberikan arti dan fungsi baik terhadap pendidikan keluarga maupun pendidikan masyarakat.

Berikut ini dipaparkan bahasan tentang sistem pendidikan terpadu. Suatu sistem hubungan sebab akibat dari tiga sentra pendidikan itu. Pembahasanya dikembangkan menurut asumsi bahwa pendidikan sekolah berposisi sentral dan berfungsi sebagai media pembaruan terhadap pembudayaan pendidikan keluarga dan masyarakat.

  1. Karakteristik pendidikan keluarga

Telah menjadi pengatahuan umum bahwa keluarga adalah tempat dimana proses pendidikan berlangsung, karena didalam keluargalah yang menjadi lingkungan pendidikan lapis pertama. Di dalam kehidupan keluarga, anak mendapat bimbingan dan perawatan yang akan membentuk perwatakan dan kepribadian anak, untuk menjadi dirinya sendiri.

Di dalam kehidupan pendidikan keluarga,pembelajaran ditekankan pada potensi kecerdasan sepiritual, yang berupa:

  1.  
    1. Moral syukur dalam menerima setiap kelahiran, keberuntungan dan bahkan nasib buruk sekalipun

    2. Moral sabar dalam menghadapi segala macam persoalan hidup

    3. Moral ikhlas dalam menghadapi akhir kehidupan dan bencana yang memusnahkan

 

  1. Lembaga Pendidikan Sekolah

Pendidikan sekolah tergolong organisasi sosial, dengan obyek kegiatan belajar yang diatur secara terjadwal, sistematis, dan berjenjang menurut aturan yang ditetapkan. Dan lembaga pendidikan bersifat formal yang berkewajiban mendidik seluruh anggota masyarakat dalam suatu system kehidupan social kenegaraan, yang kedudukanya berada setelah pendidikan keluarga.

Lembaga pendidikan sekolah mempunyai tanggung jawab, fungsi, dan perananya secara komulatif dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. mempertanggung jawabkan kepercayaan keluarga dan masyarakat luas dalam hal pembinaan potensi akademis. Potensi akademis adalah membina kecerdasan intelekyual yang meliputi kecakapan membaca, menulis, dan berhitung.

  2. mendorong peserta didik dalam mengembangkan disiplin perilaku.

  3. bertanggung jawab dalam pembentukan kreativitas dan sikap otonom(kecerdasan moral).

 

C. Lembaga Pendidikan Masyarakat

Masyarakat dapat diartikan sebagai bentuk kehidupan sosialdan merupakan perluasan darikeluarga, yang mempunyai bentuk dan sruktur berdasarkan tata nilai dan tata budaya sendiri. Masyarakat dapat dipahami sebagai pendidikan lapisan ketiga setelah pendidikan sekolah. Karena untuk memasuki lingkungan pendidikan ketiga, diperlukan keahlian, kecakapan dan keterampalan tertentu.

Pada dasarnya pendidikan masyarakat dapat di kategorikan menjadi tiga jenis :

  1. Bagi mereka yang tidak mampu bersekolah.

  2. Bagi mereka yang putus sekolah.

  3. Bagi mereka yang sedang aktif mengikuti kegiatan pendidikan sekolah.

Berdasar pada sifatnya lembaga pendidikan masyarakat dapat di perinci sebagai berikut :

  1. Tidak mengenal jenjang(kelas/strata), tetapi diproses menurut paket.

  2. Bersifat hiterogen. Peserta didik tidak dakategorikan menurut umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan kepentingan.

  3. Seperti system pendidikan pendidikan sekolah, pembelajaran diselenggarakan menurut jadwal, metode formal, dan dilakukan evaluasi.

  4. Lebih ditekankan pada keterampilan kerja demi keperluan peningkatan taraf hidup. Kemudian, setelah manyalesaikan satuan materi pembelajaran, diberikan pula sertifikat(untuk menunjang kepentingan kerja).

 

Berdasarkan target sasaranya, pendidikan masyarakat diperuntukan bagi masyarakat kalangan luas dan bervariasi. Beberapa contoh sebaga berikut :

  1. Bagi remaja putus sekolah. Karena golongan ini berpotensi menjadi pengangguran.

  2. Bagi para buruh, petani, dan nelayan. Karena mereka umumnyatergolong komponen masyarakat yang kurang berpendidikan.

  3. Bagi orang tua. Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, di antara mereka yang pada mudanya belum mempelajarinya.

  4. Bagi para ibu rumah tangga yang kurang berpendidikan, perlu juga disediakan pendidikan khusus.

 

PEMECAHAN MASALAH :

Dari rumusan masalah tentang pendidikan terpadu ini, kami mendapatkan beberapa pemecahannya :

  1.  
    1. Yang dimaksud dengan sistem pendidikan terpadu adalah sistem hubungan sebab akibat dari tiga sentral pendidikan yaitu pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan dimasyarakat.

    2. kegiatan pendidikan dapat dilakukan dimanapunmanusia berada.

    3. lembaga-lembaga pendidikan sangat berguna dalam sistem pendidikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

KESIMPULAN

 

  1. Sistem pendidikan terpadu adalah sistem pendidikan yang mempunyai tatanan hubungan fungsional kemasyarakatan.

  2. Sistempendidikan terpadu mencakup tiga aspek pendidikan yaitu pendidikan keluarga, lembaga pendidikan sekolah, dan lembaga pendidikan masyarakat.

  3. Didalam kehidupan kelurga, memiliki sasaran pencerdasan spiritual, pendidikan sekolah berfungsi dalam pencerdasan intelektual, dan pendidikan masyarakat memiliki sasaran dalam mempersiapkan keahlian dan keterampilan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

 

Pendidikan merupakan sesuatu yang mempunyai posisi dan fungsi yang sangat mutlak dan berlangsung sejak manusia ada dan berlaku sepanjkang jaman untuk itu, manusia wajib menyadari bahwa proses pendidikan berlangsung disetiap bidang kegiatan hidup kapan dan dimana saja.

 

 

1.2Rumusan Masalah

 

  1. Apa yang dimaksud pendidikan terpadu dalam sistem pendikan kita?

  2. Dimana saja manusia dapat melakukan pendidikanya?

  3. Mengapa manusia membutuhkan lembaga lembaga pendidikan?

  4. Bagaimana peranan dan tanggung jawab penerapanya?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Sistem Pendidikan Terpadu

 

Dalam menjalanisetiap kegiatan hidup, selalu berawal dari impulsi karsa, dan pertimbangan rasa, dan menurut keputusan cipta. Karena itu, masalah pendidikan adalah proses bagaimana ketiga potensi kodrat manusia itu dikembangkan secara dinamis dan berimbang. Untuk mencapai sasaran itu, proses pendidikan harus dilangsungkan dari taraf individual sampai taraf sosial seluas – luasnya. Jadi pendidikan berproses didalam diri pribadi seseorang, keluarga, masyarakat lokal, nasional, regional, sampai taraf Internasional.

 

Fakta membuktikan bahwa manusia individual dan setiap jenjang kehidupan sosial selalu berada didalam serba keterbatasan, padahal lingkup pendidikan begitu luas. Dengan fakta keterbatasan itulah antara individu dan masyarakat berada dalam posisi dan fungsi mutlak saling bergantung. Sifat dan kepribadian individual menentukan sifat dan watak sosial,dan sebaliknya, watak sosial masyarakat menentukan individualitas.

 

Oleh sebab itu secara alamiah historeis terbentuklah lembaga pendidikan. Yaitu pendidikan keluarga, pendidikan sekolah, dan lembaga pndidikn masyarakat. Didalam keluarga, pendidikan bdrlangsung secara instingtif menurut rasa manusiawi dan lebih dominan pada aspek kultural, moral, dan sepiritual. Kehidupan manusia tidak bisa berlangsung dengan hanya kemampuan insting yang cendering bersifat mapan. Tuntutran perubahan mutlak perlu demi kelangsungan hidup. Itulah sebabnya muncul lembaga sekolah untuk memproses pendidikan menurut perencanaan dan program-program rasional, dengan sasaran-sasaran tertentu menurut metode dan sistem yang dapat dikerjakan dan bernilai guna bagi tuntutan hidup sehari-hari. Prose pendidikan sekoalh menghasilkan individu-individu yang ahli, cakap, dan terampil pada bidang hidup tertentu.

 

Kompetensi individual itu baru akan membuahkan hasil jika dikelola secara padu didalam sistem kehidupan sosial kemasyarakatanserta dalam aneka jenis dan bentuk kegiata sosial yang kreatif, dinamis, dan produktif. Jika kompetensi individual itu tidak dikelola seperti itu, justru hal itu hanya membuahkan kebangkruta sosisal, karena potensi kaersa bersifat kodrat yang tidak pernah puas. Oleh sebab itu, masyarakat perlu dipandang, diposisikan, dan difungsiakan secara etis dan bertanggungjawab sebagai lembaga pendidikan besar yang berorientasi pada manajemen perubahan perilaku individu menjadi perilaku sosial untuk meningkatkna kretivitas, dinamika, dan produktifitas. Kita harus sadar bahwa kemajuan dunia pendidikn Nasional Indonesia masih belum melahirkan sumber daya manusia terdidik, khususnya dalam aspek kecerdasan emosional. Oleh sebab itu dalam bab ini, akan dipaparkan pemikiran tentang sustu sistem pendidikan terpadu, yaitu menata substansi saling berhubuingan antara pendidikan keluarga, sekolah dan pendidikan masyarakat. Sistem pendidikan terpadu tersebut merupakan tawaran yang diharapkan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif untuk lebih mendorong dinamika pendidikan Nasional.

Pendidikan keluarga juga diposisikan dan difungsikan sebagai lahan subur bagi pembentukan kecerdasan spiritual, karena didalam keluarga terdapat benih kepercayaanh spiritual dan tradisi yang secra alami terpelihara sebagai potensi kebudayaan. Pendidikan sekolah diposisikan dan difungsikan sebagai laboratorium yang memproses potensi-potensi budaya yang bersumber dari keluarga menjadi sebuah kecerdasan intelektual yang syarat daya kreatifitas, adapun pendidikan masyarakat diposisikan dan difungsikan sebagai lahan subur penanaman bibit kecerdasan intelektual.

Berdasar pada pandangan bahwa antara pendidikan dan masyarakat berhubungan secara timbal balik, kritik penilaian terhadap pendidikan pun tentu berpengaruh etrhadap masyarakat dan begitu sebaliknya. Dari hasil penilaian itu, mendorong sebuah pemkiran tentang “sistem pendidikan terpadu” sebagai berikut.

Orientasi kehidupan masyarakat cenderung semakin sekuler dan materialistik. Nilai kemanusiaan diukur menurut kekayaan yang dimiliki. Reformasi sisitem pendidikan bukan hanya untuk lembaga pendidikan sekolah saja, tetap juga berkonsekuensi terhadap pendidikan masyarakat dan lebih-lebih terhadap pendidikan keluarga. Ketiga lembaga pendidikan ini perlu dirangkai dalam suatu keterikatan utuh dan terpadu. Selanjutnya, kurikulum pendidikan sekoalhah perlu rekontruksi secara kreatif, dendan isi materi yangberorientsi pada kecakapan dan keterampilan hidup. Orientasi itu dimaksud agar sitiap lulusan / tamatan pendidikan sekolah mampu berperan sebagai sumbaer daya manusia dengan daya kreativitas dan produktifitas yang tinggi. Sumberdaya manusia seperti itu berfungsi sangat menentukan bagi perkembangan kehidupan masyarakat.

Antara manusia dan pendidikan diketahui sebagi dua hal yang saling memberi artu dan peranan. Pendidikan ada dimanapun manusia berada. Karena itu pendidikan pada hakikatnya berada dalam kehidupan keluarga dan dalam kehidupan masyarat luas. Dibalik kedua jenis pendidikan itu, ada satu pendidikan, yaitu pendidikan sekolah. Jadi ada tiga jenis pendidikan dalam hubungan segitiga.Posisi pendidikan sekolah itu memberikan arti dan fungsi baik terhadap pendidikan keluarga maupun pendidikan masyarakat.

Berikut ini dipaparkan bahasan tentang sistem pendidikan terpadu. Suatu sistem hubungan sebab akibat dari tiga sentra pendidikan itu. Pembahasanya dikembangkan menurut asumsi bahwa pendidikan sekolah berposisi sentral dan berfungsi sebagai media pembaruan terhadap pembudayaan pendidikan keluarga dan masyarakat.

  1. Karakteristik pendidikan keluarga

Telah menjadi pengatahuan umum bahwa keluarga adalah tempat dimana proses pendidikan berlangsung, karena didalam keluargalah yang menjadi lingkungan pendidikan lapis pertama. Di dalam kehidupan keluarga, anak mendapat bimbingan dan perawatan yang akan membentuk perwatakan dan kepribadian anak, untuk menjadi dirinya sendiri.

Di dalam kehidupan pendidikan keluarga,pembelajaran ditekankan pada potensi kecerdasan sepiritual, yang berupa:

  1.  
    1. Moral syukur dalam menerima setiap kelahiran, keberuntungan dan bahkan nasib buruk sekalipun

    2. Moral sabar dalam menghadapi segala macam persoalan hidup

    3. Moral ikhlas dalam menghadapi akhir kehidupan dan bencana yang memusnahkan

 

  1. Lembaga Pendidikan Sekolah

Pendidikan sekolah tergolong organisasi sosial, dengan obyek kegiatan belajar yang diatur secara terjadwal, sistematis, dan berjenjang menurut aturan yang ditetapkan. Dan lembaga pendidikan bersifat formal yang berkewajiban mendidik seluruh anggota masyarakat dalam suatu system kehidupan social kenegaraan, yang kedudukanya berada setelah pendidikan keluarga.

Lembaga pendidikan sekolah mempunyai tanggung jawab, fungsi, dan perananya secara komulatif dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. mempertanggung jawabkan kepercayaan keluarga dan masyarakat luas dalam hal pembinaan potensi akademis. Potensi akademis adalah membina kecerdasan intelekyual yang meliputi kecakapan membaca, menulis, dan berhitung.

  2. mendorong peserta didik dalam mengembangkan disiplin perilaku.

  3. bertanggung jawab dalam pembentukan kreativitas dan sikap otonom(kecerdasan moral).

 

C. Lembaga Pendidikan Masyarakat

Masyarakat dapat diartikan sebagai bentuk kehidupan sosialdan merupakan perluasan darikeluarga, yang mempunyai bentuk dan sruktur berdasarkan tata nilai dan tata budaya sendiri. Masyarakat dapat dipahami sebagai pendidikan lapisan ketiga setelah pendidikan sekolah. Karena untuk memasuki lingkungan pendidikan ketiga, diperlukan keahlian, kecakapan dan keterampalan tertentu.

Pada dasarnya pendidikan masyarakat dapat di kategorikan menjadi tiga jenis :

  1. Bagi mereka yang tidak mampu bersekolah.

  2. Bagi mereka yang putus sekolah.

  3. Bagi mereka yang sedang aktif mengikuti kegiatan pendidikan sekolah.

Berdasar pada sifatnya lembaga pendidikan masyarakat dapat di perinci sebagai berikut :

  1. Tidak mengenal jenjang(kelas/strata), tetapi diproses menurut paket.

  2. Bersifat hiterogen. Peserta didik tidak dakategorikan menurut umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan kepentingan.

  3. Seperti system pendidikan pendidikan sekolah, pembelajaran diselenggarakan menurut jadwal, metode formal, dan dilakukan evaluasi.

  4. Lebih ditekankan pada keterampilan kerja demi keperluan peningkatan taraf hidup. Kemudian, setelah manyalesaikan satuan materi pembelajaran, diberikan pula sertifikat(untuk menunjang kepentingan kerja).

 

Berdasarkan target sasaranya, pendidikan masyarakat diperuntukan bagi masyarakat kalangan luas dan bervariasi. Beberapa contoh sebaga berikut :

  1. Bagi remaja putus sekolah. Karena golongan ini berpotensi menjadi pengangguran.

  2. Bagi para buruh, petani, dan nelayan. Karena mereka umumnyatergolong komponen masyarakat yang kurang berpendidikan.

  3. Bagi orang tua. Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, di antara mereka yang pada mudanya belum mempelajarinya.

  4. Bagi para ibu rumah tangga yang kurang berpendidikan, perlu juga disediakan pendidikan khusus.

 

PEMECAHAN MASALAH :

Dari rumusan masalah tentang pendidikan terpadu ini, kami mendapatkan beberapa pemecahannya :

  1.  
    1. Yang dimaksud dengan sistem pendidikan terpadu adalah sistem hubungan sebab akibat dari tiga sentral pendidikan yaitu pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan dimasyarakat.

    2. kegiatan pendidikan dapat dilakukan dimanapunmanusia berada.

    3. lembaga-lembaga pendidikan sangat berguna dalam sistem pendidikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

KESIMPULAN

 

  1. Sistem pendidikan terpadu adalah sistem pendidikan yang mempunyai tatanan hubungan fungsional kemasyarakatan.

  2. Sistempendidikan terpadu mencakup tiga aspek pendidikan yaitu pendidikan keluarga, lembaga pendidikan sekolah, dan lembaga pendidikan masyarakat.

  3. Didalam kehidupan kelurga, memiliki sasaran pencerdasan spiritual, pendidikan sekolah berfungsi dalam pencerdasan intelektual, dan pendidikan masyarakat memiliki sasaran dalam mempersiapkan keahlian dan keterampilan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

 

Pendidikan merupakan sesuatu yang mempunyai posisi dan fungsi yang sangat mutlak dan berlangsung sejak manusia ada dan berlaku sepanjkang jaman untuk itu, manusia wajib menyadari bahwa proses pendidikan berlangsung disetiap bidang kegiatan hidup kapan dan dimana saja.

 

 

1.2Rumusan Masalah

 

  1. Apa yang dimaksud pendidikan terpadu dalam sistem pendikan kita?

  2. Dimana saja manusia dapat melakukan pendidikanya?

  3. Mengapa manusia membutuhkan lembaga lembaga pendidikan?

  4. Bagaimana peranan dan tanggung jawab penerapanya?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Sistem Pendidikan Terpadu

 

Dalam menjalanisetiap kegiatan hidup, selalu berawal dari impulsi karsa, dan pertimbangan rasa, dan menurut keputusan cipta. Karena itu, masalah pendidikan adalah proses bagaimana ketiga potensi kodrat manusia itu dikembangkan secara dinamis dan berimbang. Untuk mencapai sasaran itu, proses pendidikan harus dilangsungkan dari taraf individual sampai taraf sosial seluas – luasnya. Jadi pendidikan berproses didalam diri pribadi seseorang, keluarga, masyarakat lokal, nasional, regional, sampai taraf Internasional.

 

Fakta membuktikan bahwa manusia individual dan setiap jenjang kehidupan sosial selalu berada didalam serba keterbatasan, padahal lingkup pendidikan begitu luas. Dengan fakta keterbatasan itulah antara individu dan masyarakat berada dalam posisi dan fungsi mutlak saling bergantung. Sifat dan kepribadian individual menentukan sifat dan watak sosial,dan sebaliknya, watak sosial masyarakat menentukan individualitas.

 

Oleh sebab itu secara alamiah historeis terbentuklah lembaga pendidikan. Yaitu pendidikan keluarga, pendidikan sekolah, dan lembaga pndidikn masyarakat. Didalam keluarga, pendidikan bdrlangsung secara instingtif menurut rasa manusiawi dan lebih dominan pada aspek kultural, moral, dan sepiritual. Kehidupan manusia tidak bisa berlangsung dengan hanya kemampuan insting yang cendering bersifat mapan. Tuntutran perubahan mutlak perlu demi kelangsungan hidup. Itulah sebabnya muncul lembaga sekolah untuk memproses pendidikan menurut perencanaan dan program-program rasional, dengan sasaran-sasaran tertentu menurut metode dan sistem yang dapat dikerjakan dan bernilai guna bagi tuntutan hidup sehari-hari. Prose pendidikan sekoalh menghasilkan individu-individu yang ahli, cakap, dan terampil pada bidang hidup tertentu.

 

Kompetensi individual itu baru akan membuahkan hasil jika dikelola secara padu didalam sistem kehidupan sosial kemasyarakatanserta dalam aneka jenis dan bentuk kegiata sosial yang kreatif, dinamis, dan produktif. Jika kompetensi individual itu tidak dikelola seperti itu, justru hal itu hanya membuahkan kebangkruta sosisal, karena potensi kaersa bersifat kodrat yang tidak pernah puas. Oleh sebab itu, masyarakat perlu dipandang, diposisikan, dan difungsiakan secara etis dan bertanggungjawab sebagai lembaga pendidikan besar yang berorientasi pada manajemen perubahan perilaku individu menjadi perilaku sosial untuk meningkatkna kretivitas, dinamika, dan produktifitas. Kita harus sadar bahwa kemajuan dunia pendidikn Nasional Indonesia masih belum melahirkan sumber daya manusia terdidik, khususnya dalam aspek kecerdasan emosional. Oleh sebab itu dalam bab ini, akan dipaparkan pemikiran tentang sustu sistem pendidikan terpadu, yaitu menata substansi saling berhubuingan antara pendidikan keluarga, sekolah dan pendidikan masyarakat. Sistem pendidikan terpadu tersebut merupakan tawaran yang diharapkan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif untuk lebih mendorong dinamika pendidikan Nasional.

Pendidikan keluarga juga diposisikan dan difungsikan sebagai lahan subur bagi pembentukan kecerdasan spiritual, karena didalam keluarga terdapat benih kepercayaanh spiritual dan tradisi yang secra alami terpelihara sebagai potensi kebudayaan. Pendidikan sekolah diposisikan dan difungsikan sebagai laboratorium yang memproses potensi-potensi budaya yang bersumber dari keluarga menjadi sebuah kecerdasan intelektual yang syarat daya kreatifitas, adapun pendidikan masyarakat diposisikan dan difungsikan sebagai lahan subur penanaman bibit kecerdasan intelektual.

Berdasar pada pandangan bahwa antara pendidikan dan masyarakat berhubungan secara timbal balik, kritik penilaian terhadap pendidikan pun tentu berpengaruh etrhadap masyarakat dan begitu sebaliknya. Dari hasil penilaian itu, mendorong sebuah pemkiran tentang “sistem pendidikan terpadu” sebagai berikut.

Orientasi kehidupan masyarakat cenderung semakin sekuler dan materialistik. Nilai kemanusiaan diukur menurut kekayaan yang dimiliki. Reformasi sisitem pendidikan bukan hanya untuk lembaga pendidikan sekolah saja, tetap juga berkonsekuensi terhadap pendidikan masyarakat dan lebih-lebih terhadap pendidikan keluarga. Ketiga lembaga pendidikan ini perlu dirangkai dalam suatu keterikatan utuh dan terpadu. Selanjutnya, kurikulum pendidikan sekoalhah perlu rekontruksi secara kreatif, dendan isi materi yangberorientsi pada kecakapan dan keterampilan hidup. Orientasi itu dimaksud agar sitiap lulusan / tamatan pendidikan sekolah mampu berperan sebagai sumbaer daya manusia dengan daya kreativitas dan produktifitas yang tinggi. Sumberdaya manusia seperti itu berfungsi sangat menentukan bagi perkembangan kehidupan masyarakat.

Antara manusia dan pendidikan diketahui sebagi dua hal yang saling memberi artu dan peranan. Pendidikan ada dimanapun manusia berada. Karena itu pendidikan pada hakikatnya berada dalam kehidupan keluarga dan dalam kehidupan masyarat luas. Dibalik kedua jenis pendidikan itu, ada satu pendidikan, yaitu pendidikan sekolah. Jadi ada tiga jenis pendidikan dalam hubungan segitiga.Posisi pendidikan sekolah itu memberikan arti dan fungsi baik terhadap pendidikan keluarga maupun pendidikan masyarakat.

Berikut ini dipaparkan bahasan tentang sistem pendidikan terpadu. Suatu sistem hubungan sebab akibat dari tiga sentra pendidikan itu. Pembahasanya dikembangkan menurut asumsi bahwa pendidikan sekolah berposisi sentral dan berfungsi sebagai media pembaruan terhadap pembudayaan pendidikan keluarga dan masyarakat.

  1. Karakteristik pendidikan keluarga

Telah menjadi pengatahuan umum bahwa keluarga adalah tempat dimana proses pendidikan berlangsung, karena didalam keluargalah yang menjadi lingkungan pendidikan lapis pertama. Di dalam kehidupan keluarga, anak mendapat bimbingan dan perawatan yang akan membentuk perwatakan dan kepribadian anak, untuk menjadi dirinya sendiri.

Di dalam kehidupan pendidikan keluarga,pembelajaran ditekankan pada potensi kecerdasan sepiritual, yang berupa:

  1.  
    1. Moral syukur dalam menerima setiap kelahiran, keberuntungan dan bahkan nasib buruk sekalipun

    2. Moral sabar dalam menghadapi segala macam persoalan hidup

    3. Moral ikhlas dalam menghadapi akhir kehidupan dan bencana yang memusnahkan

 

  1. Lembaga Pendidikan Sekolah

Pendidikan sekolah tergolong organisasi sosial, dengan obyek kegiatan belajar yang diatur secara terjadwal, sistematis, dan berjenjang menurut aturan yang ditetapkan. Dan lembaga pendidikan bersifat formal yang berkewajiban mendidik seluruh anggota masyarakat dalam suatu system kehidupan social kenegaraan, yang kedudukanya berada setelah pendidikan keluarga.

Lembaga pendidikan sekolah mempunyai tanggung jawab, fungsi, dan perananya secara komulatif dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. mempertanggung jawabkan kepercayaan keluarga dan masyarakat luas dalam hal pembinaan potensi akademis. Potensi akademis adalah membina kecerdasan intelekyual yang meliputi kecakapan membaca, menulis, dan berhitung.

  2. mendorong peserta didik dalam mengembangkan disiplin perilaku.

  3. bertanggung jawab dalam pembentukan kreativitas dan sikap otonom(kecerdasan moral).

 

C. Lembaga Pendidikan Masyarakat

Masyarakat dapat diartikan sebagai bentuk kehidupan sosialdan merupakan perluasan darikeluarga, yang mempunyai bentuk dan sruktur berdasarkan tata nilai dan tata budaya sendiri. Masyarakat dapat dipahami sebagai pendidikan lapisan ketiga setelah pendidikan sekolah. Karena untuk memasuki lingkungan pendidikan ketiga, diperlukan keahlian, kecakapan dan keterampalan tertentu.

Pada dasarnya pendidikan masyarakat dapat di kategorikan menjadi tiga jenis :

  1. Bagi mereka yang tidak mampu bersekolah.

  2. Bagi mereka yang putus sekolah.

  3. Bagi mereka yang sedang aktif mengikuti kegiatan pendidikan sekolah.

Berdasar pada sifatnya lembaga pendidikan masyarakat dapat di perinci sebagai berikut :

  1. Tidak mengenal jenjang(kelas/strata), tetapi diproses menurut paket.

  2. Bersifat hiterogen. Peserta didik tidak dakategorikan menurut umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan kepentingan.

  3. Seperti system pendidikan pendidikan sekolah, pembelajaran diselenggarakan menurut jadwal, metode formal, dan dilakukan evaluasi.

  4. Lebih ditekankan pada keterampilan kerja demi keperluan peningkatan taraf hidup. Kemudian, setelah manyalesaikan satuan materi pembelajaran, diberikan pula sertifikat(untuk menunjang kepentingan kerja).

 

Berdasarkan target sasaranya, pendidikan masyarakat diperuntukan bagi masyarakat kalangan luas dan bervariasi. Beberapa contoh sebaga berikut :

  1. Bagi remaja putus sekolah. Karena golongan ini berpotensi menjadi pengangguran.

  2. Bagi para buruh, petani, dan nelayan. Karena mereka umumnyatergolong komponen masyarakat yang kurang berpendidikan.

  3. Bagi orang tua. Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, di antara mereka yang pada mudanya belum mempelajarinya.

  4. Bagi para ibu rumah tangga yang kurang berpendidikan, perlu juga disediakan pendidikan khusus.

 

PEMECAHAN MASALAH :

Dari rumusan masalah tentang pendidikan terpadu ini, kami mendapatkan beberapa pemecahannya :

  1.  
    1. Yang dimaksud dengan sistem pendidikan terpadu adalah sistem hubungan sebab akibat dari tiga sentral pendidikan yaitu pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan dimasyarakat.

    2. kegiatan pendidikan dapat dilakukan dimanapunmanusia berada.

    3. lembaga-lembaga pendidikan sangat berguna dalam sistem pendidikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

KESIMPULAN

 

  1. Sistem pendidikan terpadu adalah sistem pendidikan yang mempunyai tatanan hubungan fungsional kemasyarakatan.

  2. Sistempendidikan terpadu mencakup tiga aspek pendidikan yaitu pendidikan keluarga, lembaga pendidikan sekolah, dan lembaga pendidikan masyarakat.

  3. Didalam kehidupan kelurga, memiliki sasaran pencerdasan spiritual, pendidikan sekolah berfungsi dalam pencerdasan intelektual, dan pendidikan masyarakat memiliki sasaran dalam mempersiapkan keahlian dan keterampilan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

May 5, 2008 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: